Menu

Bakwan jagung adalah salah satu lauk pauk dari Indonesia. Penganan berbahan dasar jagung ini sangat disukai oleh semua kalangan baik tua maupun muda. Bakwan jagung selain dinikmati sebagai pendamping nasi atau lauk juga dapat dinikmati sebagai camilan teman minum teh, kopi atau minum es, pun juga bisa dinikmati sebagai camilan buat lupain mantan. Hehehe... gak nyambung! Bakwan jagung juga sangat cocok dinikmati bersama sayur, dicocolkan ke saus atau kecap sambal, ataupun cabe rawit bahkan cabe - cabean juga cocok. Gak nyambung lagi! Garing! Hampir di setiap warung makan di Indonesia khususnya warung daerah Jawa Timuran sangat sering kita jumpai menu dengan lauk bakwan jagung. Selain mendapatkan bahan bakunya yang mudah, juga pembuatannya pun tidak begitu sulit. Membuat bakwan jagung akan lebih enak rasanya apabila bahan utamanya adalah jagung manis karena akan ada rasa manis dan krenyes di dalam bakwan, jikapun tidak ada jagung manis jagung biasa juga bisa digunakan. Gurihnya bakwan jagung menjadi salah satu penganan favorit bagi anak - anak. Dengan biaya produksi yang terjangkau semua orang bisa menikmati bakwan jagung. Kreasi pengolahan juga menentukan rasa dari enak tidaknya bakwan jagung. Emang apaan ya? Hehehee.. Resep di bawah ini semoga bisa membantu anda yang ingin belajar memasak terutama bagi ibu - ibu RT newbie seperti sayaaahhh.. Apa sih? wkwkwkk.. Yuk praktekin resepnya...

Bahan :

  • 3 bonggol jagung manis, cuci bersih, serut bijinya
  • 2 siung bawang putih
  • 1/2 sdt merica
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt gula pasir
  • 1 bungkus (50 gram) tepung bakwan siap pakai (jika tidak ada bisa diganti 50 gram tepung terigu beri sedikit penyedap rasa, misal Royco)
  • 1 sdm tepung beras
  • air secukupnya
  • 2 batang daun bawang, cuci bersih, potong kecil - kecil

Cara membuat :

  1. Haluskan (uleg/blender) jagung yang telah diserut tidak perlu sampai halus, sisihkan.
  2. Uleg/haluskan bawang putih + merica + garam + gula.
  3. Masukkan bumbu halus ke dalam jagung yang telah dihaluskan, aduk rata.
  4. Masukkan tepung bakwan dan tepung beras, aduk rata beri air secukupnya, aduk rata. Cicipi jika dirasa bumbu kurang boleh ditambah.
  5. Masukkan irisan daun bawang, aduk rata.
  6. Goreng adonan dalam wajan penggorengan sesendok demi sesendok sampai coklat keemasan/matang.
  7. Angkat dari wajan, tiriskan.
  8. Bakwan jagung siap dihidangkan.






0



Rujak petis adalah makanan khas orang jawa timur. Dimana makanan tersebut terdiri dari potongan sayuran, tahu, tempe, cingur, beserta bumbu kacangnya yang diberi petis. Makanan ini sama seperti makanan dari daerah Jawa Tengah yang namanya Lothek, hanya saja berbeda dari komposisi bumbu kacangnya yang tidak memakai petis dan ada penambahan potongan buah di dalamnya. Petis sendiri bahan bakunya adalah udang. Dan menurut saya petis paling enak adalah petis buatan daerah Sidoarjo. Karena rasanya yang manis dan gurih tidak seperti petis udang pada umumnya yang cenderung lebih asin. Kekhasan dari rujak petis Jawa Timuran adalah pada penambahan irisan pisang batu, kalau orang Jawa menyebutnya “Gedang Kluthuk”. Entah mengapa harus diberi irisan pisang batu ketika menghaluskan bumbu karena yang jelas ketika makan rujak petis tidak ada ingredient yang satu ini rasanya ada yang kurang, kurang mantap pastinya. Seperti rujak petis Jawa Timuran pada umumnya bisa dinikmati sebagai lauk bersama nasi atau lontong, juga bisa dimakan begitu saja tanpa tambahan apapun. Rujak petis bisa dinikmati kapan saja mau pagi, siang atau malam yang penting jangan terlalu banyak lomboknya (bisa bikin sakit perut). Hehehe.. Penjual rujak petis sudah tersebar dimana – mana. Mulai dari harga terendah sampai tertinggi yang masuk hotel pun ada. Jika ingin makan ramai – ramai sekeluarga lebih baik membuat sendiri saja karena costnya lebih murah dan yang pasti akan lebih mengasyikkan. Berikut resepnya jika anda ingin mempraktekkannya. Resep di bawah ini bisa jadi 4 – 5 porsi rujak petis.

Bahan :
  • 2 ikat sayur kangkung, petik daunnya, cuci bersih, rebus sampai matang tapi tidak perlu terlalu matang agar tidak benyek.
  • 1 buah timun, kupas, cuci bersih
  • 5 batang kacang panjang, potong – potong memanjang, cuci bersih, rebus setengah matang.
  • 100 gram taoge kacang pendek (kacang ijo), cuci bersih, rebus sampai matang
  • 4 buah tahu, cuci bersih, goreng sampai matang
  • 4 potong tempe, goreng sampai matang
  • 100 gram cingur (kikil/kaki sapi), cuci bersih, goreng sampai matang
 Bumbu :

  • 150 gram kacang tanah, goreng/sangrai sampai matang
  • 100 gram cabe rawit  cuci bersih (sesuai selera ketika hendak dihaluskan)
  • 1 buah pisang batu/gedang kluthuk, cuci bersih
  • 1 sdt gula merah sisir
  • Terasi sedikit saja
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm asam jawa rendam dengan 1 gelas air hangat
  • 100 gram petis udang

 Pelengkap :
  • Krupuk
  • Lontong
 Cara Membuat :
  1. Lengkapi semua bahan.
  2. Taruh ke dalam cobek bahan bumbu rujak : kacang tanah, cabe, gula merah, garam, terasi, irisan pisang batu, uleg sampai halus.
  3. Masukkan 2 sdm air asam jawa, uleg sampai rata.
  4. Masukkan 2 sdm petis, uleg sampai rata. Jika terlalu kental tambahi  1 – 2 sdm air asam jawa.
  5. Taruh potongan sayur mulai dari kangkung, kacang panjang, taoge, irisan timun, irisan tahu, irisan tempe, irisan cingur. Aduk menggunakan spatula hingga bumbu merata menempel di sayuran.
  6. Letakkan dalam piring, sajikan bersama lontong dan krupuk.


















0


Sudah 4 kali ini saya bikin cake yang satu ini. Tipe spongecake praktis yang rasanya enak, manisnya pas dan lembut dilidah. Cake ini sangat cocok untuk kudapan di sore hari sebagai teman minum teh atau sebagai sajian ibu - ibu rempong yang lagi arisan. Hehehe... Resep cake ini saya ambil dari resep pak Sahak Pribadi. Sebenarnya banyak sekali resep - resep marble cake yang bertebaran di internet dengan berbagai komposisi dan cara pembuatannya. Tapi saya baru mendapatkan resep membuat marble cake dengan cara praktis seperti ini. Karena sebenarnya saya paling malas kalau bikin sesuatu yang terlalu ribet. Tapi kalau sudah niat biasanya sampai nyari bahan yang susah didapat pun dijabanin biar benar - benar tahu keotentikan rasa dari resep aslinya. Apapun ketika semua dikerjakan dengan hati pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. (gak nyambung...) Agar mendapatkan kelembaban dan kelembutan rasa dari cake ini, maka yang harus dilakukan adalah pada saat pengocokan adonan usahakan pemberian emulsifier tidak perlu terlalu banyak, pengocokan juga jangan terlalu over mix sampai kaku berjejak, cukup sampai adonan kental berjejak tapi masih jatuh ke bawah ketika spatula diangkat. Jangan juga terlalu lama memanggang cake ini karena lemak yang ada akan menguap sehingga cake menjadi kering atau tidak lembab, dan jika lama memanggannya kebablasan apalagi sambil tiduran cake bisa jadi gosong. Ya iyalaah... Cukup dengan cara tes tusuk jika dirasa adonan sudah tidak lengket serta ketika permukaan cake disentuh tidak basah maka cake sudah matang. Penggunaan emulsifier yang terlalu banyak dapat menyebabkan cake terasa pahit dan kering juga beremah. Karena sifat emulsifier yang selain berfungsi sebagai penyatu lemak dan air juga mengembangkan adonan. Ketika pengocokan telur yang terlalu over mix dapat menyebabkan kue turun atau kempis ketika matang, karena banyaknya rongga udara di dalam adonan yang menyebabkan kue terlihat mengembang saat di oven dan akan mengempiskan cake ketika matang. Nggak usah terlalu panjang lebih baik yuk kita coba resepnya.


Bahan :

  • 125 gram gula pasir
  • 150 gram tepung terigu
  • 15 gram tepung maizena
  • 15 gram susu bubuk
  • 1/2 sdt vanili
  • 1 sdt emulfier
  • 5 butir telur
  • 50 gram mentega leleh
  • 50 gram margarine leleh
  • 50 gram minyak sayur

Cara membuat :

  1. Kocok jadi satu semua bahan kecuali mentega dan minyak sayur sampai putih mengembang kental berjejak.
  2. Tuang mentega dan minyak sayur ke dalam adonan, aduk balik/fold hingga homogen.
  3. Tuang ke dalam loyang tulban yang telah diolesi margarin dan ditaburi tepung terigu tipis - tipis.
  4. Panggang dalam oven dengan suhu 185 derajat Celcius selama kurang lebih 45 menit atau sampai matang.
  5. Keluarkan dari oven, dinginkan dan sajikan.
step membuat marble cake

0

Tape singkong ini adalah makanan kesukaan saya. Apalagi kalau dibikin jadi wedangan atau campuran kue. Rasanya hmmm, mantap!! Ibu sering sekali membuat tape ketika akan lebaran atau bulan puasa. Selain untuk menu berbuka sebagai campuran es atau puding juga untuk membuat penganan yang disajikan di atas meja ketika tamu berkunjung ke rumah di saat lebaran tiba yaitu madumongso. Ibu lebih sering membuat tape dari ketan hitam daripada tape singkong. Cara pembuatannya sama persis ketika membuat tape ketan. Kemarin saya sengaja membuat tape singkong ini karena ada orderan bolu tape untuk ibu - ibu arisan. Karena harga tape singkong sekarang lumayan mahal dan saya butuh lumayan banyak stock tape singkong, maka saya buatlah tape ini sendiri agar mengurangi biaya bahan baku dan yang pasti bisa dapat lebih banyak stock tape singkong. Singkong yang saya beli di pasar kali ini yang saya dapat yang berwarna putih, sebenarnya paling enak singkong yang berwarna kuning jika ingin membuatnya sebagai campuran membuat kue. Karena tekstur dan rasanya pun sedikit berbeda dengan singkong yang berwarna putih. Tape singkong dari singkong yang berwarna kuning hasilnya lebih kesat dan rasanya lebih manis dan lembut. Karena itu sangat cocok sekali jika akan dipakai sebagai campuran membuat cake ataupun proll tape. Ragi yang akan kita gunakan untuk fermentasi jelas sekali ragi khusus untuk membuat tape. Harganya sangat murah sekitar Rp6.000,-/pack. Sayang sekalli saya lupa memfoto bungkusnya, karena terlalu asyik dengan proses pembuatan dan lagi sisa ragi juga tinggal sedikit. Dalam membuat tape singkong agar tape berhasil terfermentasi dengan baik maka mulai dari proses dan wadah penempatan harus bersih serta cuaca yang hangat agar organisme tape bisa berkembang biak dengan baik pula. Berikut adalah langkah - langkahnya.
Bahan :
  • 2 kg singkong, kupas, kerok tipis seluruh bagian singkong, cuci bersih, potong - potong sesuai selera
  • 4 biji ragi khusus tape
  • Daun pisang untuk membungkus tape
Cara membuat :
  1. Letakkan singkong yang telah dicuci dan dipotong - potong dalam kukusan, kukus sampai matang.

    1. Setelah matang angkat dari kukusan letakan dalam wadang lebar semisal nampi untuk mengeluarkan uap dan mendiginkan singkong panas.
    2. Taburi dengan ragi tape secara merata sampai semua bagian dari singkong matang tertutup ragi tape.
    3. Tata singkong dalam wadah tertutup yang telah dialasi daun pisang. Tata dengan rapi kemudian taburi lagi atasnya dengan ragi tape. Tutup dengan daun pisang kemudian penutup wadah.
    4. Simpan dalam suhu ruang selama 2 s/d 3 hari ke depan. Jangan dibuka - buka sebelum waktunya agar proses fermentasi berhasil dengan baik.
    5. Setelah 3 hari buka penutup wadah tape dan siap dihidangkan/digunakan.
    steps membuat tape singkong



    0


    Sudah lama pengen banget bikin menu yang satu ini, Tekwan. Makanan khas orang Palembang. Dimana dia menyerupai bakso yang bahan bakunya dibuat dari ikan laut, yaitu tengiri dan udang. Sebenarnya pakai daging ikan laut apa aja gak masalah menurut selera aja. Kebetulan minggu kemarin pas suami sedang main ke daerah Trenggalek. Sekalian aja nitip minta dibeliin ikan tengiri. Kalau beli di tempat asalnya yang ada laut dan pasar ikannya mesti harganya jauh lebih murah dibandingkan kalau beli disini. Apalagi kalau pas lagi gak musim terkadang nyari di tukang penjual ikan saja susahnya minta ampun. Karena itu untuk membuat bakso tekwan ini tidak harus pakai ikan tengiri, bahan bakunya bisa diganti dengan udang atau ikan gabus. Pakai yang jenis daging ikannya putih, tapi kalaupun gak ada bisa pake daging ikan apa aja, suka - suka. Hehehee... Alternatif lain jika tidak ada daging ikan, bisa juga bakso tekwan tidak perlu memakai daging ikan laut. Jadi nanti di komposisi bahan bisa ditambahkan penyedap rasa ikan atau kaldu jamur. Cara pengolahannya sangat mudah, karena daging ikan laut itu tekstur dagingnya sangat lembut anda tidak perlu repot - repot menggilingnya memakai blender atau gilingan daging. Cukup dengan di uleg saja, daging ikan sudah bisa hancur, asal sebelumnya daging ikan dipotong atau disuwir - suwir terlebih dahulu untuk dipisahkan antara daging, duri dan kulitnya. Karena ketika bakso tekwan ini matang bau amis dari ikan masih akan tercium. Maka dari itu disarankan agar ketika mengkonsumsi tekwan matang kucuri kuah tekwan dengan air jeruk nipis. Menurut saya tekwan paling nikmat ketika disajikan hangat dan saat cuaca dingin. Beri pelengkap saat menikmati tekwan dengan sambal. Tekwan terasa sangat gurih dan segar jika diberi tambahan bengkoang, timun, dan jamur kuping. Jika pun bahan tersebut tidak ada bisa di skip. Kuah tekwan sebenarnya didapat dari kaldu kulit udang, jika pun tak ada anda bisa menggunakan ebi kering yang direndam dengan air panas dan kemudian dihaluskan bersama bumbu kuah. Agar lebih lengkap mari kita coba resep di bawah ini.

    Bahan bakso tekwan:
    • 250 gram daging ikan tengiri/udang/ikan gabus giling/haluskan
    • 125 gram tepung sagu atau tapioka
    • 1 sdm tepung terigu
    • 1 butir putih telur
    • air es secukupnya
    • 2 butir bawang putih
    • 1 sdt merica
    • garam secukupnya
    • 1 liter air untuk merebus bakso
    • 1 liter air es untuk merendam bakso
    Cara membuat bakso tekwan :
    1. Taruh daging ikan giling dalam wadah.
    2. Uleg bawang putih + merica + garam sampai halus dan rata.
    3. Campur bumbu ulegan dan daging ikan giling, aduk rata.
    4. Masukkan putih telur, aduk rata.
    5. Masukkan air es sedikit demi sedikit, aduk rata.
    6. Masukkan tepung sagu dan tepung terigu, aduk rata.
    7. Kerat - kerat adonan bakso dengan garpu. 
    8. Rebus air dalam panci hingga mendidih. Matikan api.
    9. Kemudian sendoki adonan masukkan ke dalam panci yang berisi air panas hingga adonan habis.
    10. Rebus panci berisi bakso tekwan hingga bakso mengambang naik ke atas, kemudian tutup panci biarkan bakso matang kurang lebih selama 10 menit.
    11. Setelah bakso matang, angkat bakso tekwan, masukkan sebentar ke dalam air es, lalu tiriskan.
    Bahan Kuah :
    • 3 siung bawang putih
    • 2 siung bawang merah
    • 1 sdt merica
    • 50 gram ebi kering, rendam air panas, tiriskan
    • garam
    • gula
    • 1 liter air 
    • 100 gram jamur kuping, cuci bersih, rendam air panas, potong - potong
    • 2 batang daun bawang, potong - potong
    Cara membuat Kuah :
    1. Rebus air dalam panci hingga mendidih.
    2. Uleg bawang putih + bawah merah + merica hingga halus, kemudian masukkan ebi yang telah direndam air panas, uleg kembali sampai bumbu merata.
    3. Tumis bumbu ulegan hingga layu dan harum baunya, kemudian masukkan bumbu tumis ke dalam panci yang telah berisi air mendidih.
    4. Tambahkan gula, garam dan bumbu penyedap jika suka. Tes rasa. Jika dirasa sudah pas masukkan irisan daun bawang. Angkat kuah dari atas kompor.
    Pelengkap :
    • 1 buah timun, kupas, potong korek api
    • 1 batang daun bawang, potong halus
    • 1 batang seledri, iris halus
    • bawang goreng
    • jeruk nipis
    • sambal
    Penyajian :
    Letakkan bahan pelengkap ke dalam mangkok, beri bakso tekwan, siram dengan kuah bakso dan jamur kuping. Sajikan dengan sambal dan jeruk nipis.


    step membuat bakso tekwan




    0


    Punya pohon jeruk nipis sedang berbuah lebat dan sudah waktunya memanen. Bingung karena sebagian sudah dijual, dibikin wedang, dibikin es, masih ada juga di pohon. Akhirnya kepikiran dibikin cake aja. Sebenarnya kalau dilihat dari komposisi bahan, ini adalah jenis sponge cake yang hanya diberi perasan jeruk nipis. Jadi jelas rasa cake ini asem - asem gitu. Hanya saja tekstur dari cake ini sedikit kering, karena sifat dari jeruk nipis sendiri yaitu menyerap lemak. Jadi cake tidak bisa terasa lembab dikarenakan lemak yang terserap oleh jeruk nipis membuat kelembaban dari cake ini berkurang dan teksturnya lebih beremah. Jadi agar cake tidak lembab maka komposisi bahan bisa ditambahkan sedikit cairan, bisa berupa 1 sendok makan susu cair atau air matang biasa. Atau bisa juga menghilangkan emulsifier dalam komposisi bahan sehingga kelembaban cake terjaga. Cara penyajian cake ini lebih lezat ketika di beri topping lemon glaze ataupun saus jeruk, sehingga memberikan rasa yang kuat pada cake jenis ini. Daripada penasaran yuk cobain resepnya.

    Bahan :
    • 4 butir kuning telur
    • 3 butir putih telur
    • 100 gram gula pasir
    • 1/2 sdt emulsifier
    • 125 gram tepung terigu
    • 25 gram tepung maizena
    • 3 sdm air perasan jeruk nipis
    • 80 gram mentega leleh
    • 20 gram minyak sayur
    Topping glaze (campur semua aduk rata) :
    • 100 gram gula halus
    • 3 sdm perasan air jeruk nipis


    Cara membuat :
    1. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier dengan speed tinggi sampai mengembang dan putih.
    2. Masukkan tepung (bahan kering) dan air perasan jeruk nipis bergantian dengan kecepatan rendah.
    3. Masukkan mentega leleh, aduk balik sampai rata. Jangan sampai over mix agar cake tidak terlalu turun saat matang.
    4. Tuang ke dalam loyang yang telah diolesi mentega dan ditaburi terigu tipis - tipis.
    5. Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat celsius dengan api bawah 15 menit dan api atas bawah 20 menit atau sampai matang. (Jika permukaan permukaan sudah kering dan ketika di tes tusuk adonan cake tidak lagi basah menempel.)
    6. Keluarkan dari oven dan dinginkan.
    7. Beri topping biarkan set, bisa disimpan di dalam kulkas agarlebih nikmat ketika disantap.







    0



    Sebagai seorang penikmat kopi, saya sangat merasa tertarik dengan hal - hal yang berbau kopi. Mulai dari mempelajari sejarah kopi sampai bagaimana cara menyeduh kopi dengan berbagai bermacam tekniknya. Bahkan saya sangat suka dengan berbagai jenis alat kopi yang sangat banyak modelnya. Satu per satu saya mulai mengoleksi mereka mulai dari sendok, alat ukur, cangkir dan sebagainya. Mengoleksi peralatan tersebut tidak langsung saya beli sekaligus, karena selain tidak mudah untuk mendapatkannya, harganyapun bisa dibilang tidaklah murah. Selain menumpulkan peralatannya, saya juga mencoba mempelajari beberapa teknik seduh kopi dengan metode manual brewing yang mana metode ini dapat kita lakukan di rumah denga mudah dan dengan cara yang sangat sederhana. Pada dasarnya menyeduh kopi yang kita kenal sejak dulu adalah teknik menyeduh secara langsung dalam cangkir/gelas dengan memberikan takaran air panas, gula dan kopi menurut perkiraan dan selera kita yang biasa kita sebut dengan kopi tubruk. Sementara untuk kali ini saya mencoba untuk membuat seduhan kopi dengan menggunakan air dingin. Dimana kopi ini nanti akan diinapkan dulu selama kurang lebih 12 jam di dalam suhu ruang ataupun dalam lemari pendingin. Teknik berikut disebut cold brew. Tujuan dari teknik seduh ini adalah untuk mengeluarkan ekstraksi dalam bubuk kopi. Dimana ketika kopi tersebut diseduh air dingin, maka ekstraksi partikel dalam bubuk kopi tidak akan hilang seperti ketika diseduh dengan air panas. Pun acidicity dari kopi tidak akan hilang, malah akan terasa sangat pekat. Namun hal ini pun sangat dipengaruhi oleh jenis dari kopi, tipe roasting, dan size penggilingan ataupun lama waktu mengekstraksi kopi ini. Semakin lama waktu kopi diendapkan melebihi 12 jam maka rasa dari kopi akan semakin pekat. Untuk itu sangat disarankan ketika akan membuat cold brew maka jenis kopi yang sebaiknya digunakan  adalah arabica dengan pemanggagan light/medium roast, serta size penggilingan pada medium coarse. Dengan syarat - syarat seperti ini maka akan didapatkan cita rasa kopi yang ringan, tidak telalu pekat dan pahit. Terkadang juga ada kopi yang ketika menggunakan teknik ini akan mengeluarkan rasa manis ketika lama diinapkan. Sebagai bahan acuan saya menggunakan teknik cold brew yang digunakan oleh Aa' Jammie Oliver yaitu dengan rasio perbandingan 1 : 8 dalam artian bahwa dalam 100 gram kopi bubuk maka kita gunakan air sebanyak 800 gram/liter. Jadi ketika anda ingin membuat lebih banyak lagi tinggal dikalikan saja. Berikut resepnya mari kita pelajari.

    COLD BREW
    source : Jammie Oliver

    Bahan :

    • 50 gram bubuk kopi light roast dengan medium coarse
    • 400 gram air matang suhu ruang


    Cara membuat :
    1. Tempatkan bubuk kopi dalam wadah yang memiliki penutup yang rapat, misal toples kaca.
    2. Tuang air matang suhu ruang ke dalam toples tsb, kemudian aduk perlahan hingga rata. 
    3. Tutup toples dengan rapat. Lalu simpan kopi pada suhu ruang atau dalam kulkas selama kurang lebih 12 jam.
    4. Setelah 12 jam kopi keluarkan kopi dari kulkas, saring dengan menggunakan kertas filter dan V60 dripper  atau jika menggunakan kain kasa saring 2 - 3 kali penyaringan. 
    5. Kopi siap untuk dinikmati atau bisa disimpan untuk beberapa hari ke depan di dalam kulkas.
    cold brew sangat nikmat jika disajikan dengan susu kental manis beku
    Nb :
    Rasa kopi setelah disaring ketika lebih dari 2 hari di dalam kulkas adalah adanya sensasi cita rasa alkohol di dalamnya.



    0



    Ngebet banget pengen makan brownies, tapi sayangnya lagi gak punya stock coklat batang. Yang ada cuma bubuk coklat aja. Search di google akhirnya ketemu resep dari mbak Ricke Indriyani di postingan instagramnya, resep browniesnya gak pake dark cooking chocolate tapi cuma pake bubuk coklat aja. Akhirnya eksekusi ini resep dan hasilnya tidak mengecewakan, karena browniesnya fudgy banget dan teksturnya gak keras, selain itu keluar shiny crustnya. Enak banget deh rasanya. Nyesel banget kalau gak nyobain resep yang satu ini.

    FUDGY COCOA BROWNIES
    source : Ricke Indriyani.

    Bahan :
    • 100 gram unsalted butter 
    • 50 gram vegetable oil/minyak sayur
    • 75 gram cocoa powder
    • 225 gram gula pasir halus/gula kastor
    • 2 butir telur
    • 65 gram terigu protein sedang
    • 1/2 sdt garam
    • 50 gram chocohips
    Topping :
    • kacang almond/polosan tidak memakai topping (sesuka selera)


    Cara membuat :
    1. Panaskan oven 170 - 180'C (sesuaikan dengan oven masing - masing. Alasi loyang 20x20x4 cm dengan baking paper, lebihkan sedikit pinggirannya untuk mengangkat brownies dari loyang, olesi margarin. Sisihkan.
    2. Panaskan butter dan minyak sayur dalam panci dengan api kecil sampai butter meleleh (bisa dilelehkan di microwave/ditim double boiler). Masukkan gula pasir, aduk rata sampai gula mulai larut jadi adonan yang agak kental.
    3. Masukkan coklat bubuk, aduk rata. Diamkan hingga agak dingin.
    4. Masukkan telur dan vanila ke dalam adonan cokelat, aduk rata dengan handwhisk hingga telur benar - benar tercampur rata menjadi adonan yang licin.
    5. Masukkan terigu dan garam yang sudah diayak. Aduk dengan spatula hingga terigu tercampur rata. Masukkan chocochips, aduk rata.
    6. Tuang ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Bisa ditaburi topping sesuai selera.
    7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan sampai matang (sekitar 20 - 25 menit). Jika permukaan sudah kering tapi bagian dalam masih agak lembut ketika disentuh. Test tusuk akan masih ada sedikit moist crumbs yang menempel tapi bukan adonan basah yang mentah.
    8. Keluarkan dari oven, diamkan dalam loyang hingga agak hangat. Keluarkan dan dinginkan. Potong - potong.
    step - step membuat brownies



    0



    Bermula dari postingan di instagram yang lagi rame upload foto bareng tentang kue olahan dari tape. Saya tertarik dengan bolu tape ini. Secara ngeliat beberapa postingan fotonya keliatan tekstur kuenya lembut banget. Alhasil pas tadi pagi belanja di penjual sayur ada dijual tape. Langsung deh ambil satu dan dieksekusi malam harinya. Ternyata benar kalau hasil akhir dari bolu ini lembut dan enak banget. Gak rugi deh berburu tape di penjual sayur. Resep bolu tape ini didapat dari koko ganteng Law Thomas. Makasih ya, Ko resepnya super yummy deh. Langsung aja yuk kepoin resepnya.

    Bahan :

    • 5 butir kuning telur
    • 4 butir putih telur
    • 125 gram gula pasir
    • 1/2 sdt emulsifier
    • 100 gram tepung terigu protein sedang
    • 10 gram tepung maizena
    • 25 gram susu bubuk 
    • sejumput garam
    • 125 gram tape singkong, lumatkan
    • 150 gram mentega, lelehkan
    • 25 ml minyak sayur
    bahan - bahan
    Topping :
    • kismis/keju/kacang almond


    Cara membuat :

    1. Kocok gula pasir, telur, emulsifier sampai adonan putih kental berjejak.
    2. Turunkan kecepatan mixer, masukkan tape dan tepung terigu yang telah diayak bersama maizena, susu dan garam secara bertahap dan bergantian.
    3. Matikan mixer, tuang mentega leleh dan minyak sayur aduk balik hingga homogen.
    4. Tuang adonan ke dalam loyang tulban 22 cm yang telah diolesi margarin dan ditaburi terigu tipis - tipis.
    5. Panggang dalam oven 180°C selama ± 45 menit atau sampai matang.
    6. Keluarkan dari loyang, dinginkan dan siap disajikan.

    0

    Kalau liat sayur rebung yang lagi berjajar di lapak tukang sayur saya selalu tergiur untuk membeli. Biasanya dalam pikiran saya adalah untuk dibikin lumpia. Namun kali ini lain. Saya ingin membuat gulai dari sayur ini. Gulai Rebung atau gulai tunas bambu. Tekturnya yang crunchy dan rasanya cenderung segar, pas banget dinikmati di kala udara panas begini.
    Bahan :

    • 250 gram rebung / tunas bambu, iris memanjang sebesar korek api, cuci bersih, rebus 15 menit atau sampai empuk
    • 100 gram kacang panjang potong
    • 100 gram kacang tolo, rendam 1 jam, cuci bersih, rebus sampai empuk
    • 1 bungkus santan instan
    • 1 liter air
    • 1 ruas lengkuas geprek
    • 1 lembar daun salam
    • 1 batang serei geprek
    • 1 ruas jahe
    • 2 lembar daun jeruk purut
    • gula
    • garam
    • kaldu sapi/jamur (optional)
    Bumbu uleg :

    • 4 siung bawang merah
    • 3 siung bawang putih
    • 1 sdt ketumbar
    • 1 sdt merica
    • 2 butir kemiri
    • 1/4 sdt jinten sangrai
    • 1 ruas kunyit
    Cara membuat :

    1. Rebus air hingga mendidih
    2. Masukkan rebung, kacang panjang hingga setengah matang, lalu masukkan kacang tolo
    3. Tumis bumbu ulegan hingga harum, masukkan ke dalam panci sayur
    4. Beri lengkuas, jahe, daun salam, daun jeruk, biarkan sebentar.
    5.  Masukkan santan instan aduk rata.
    6. Bubuhi gula, garam dan kaldu sapi. Aduk rata. Cicipi.
    7. Biarkan sampai matang dan sajikan.
    0

    Author

    authorHello, my name is Enggar Rahayu and I really love Baking n' Cooking! Follow our social media to get more info, tips and trick, etc



    Total Pageviews

    Flag Counter